Dua gadis di pematang sawah — 28 October 2017

Dua gadis di pematang sawah

Lembayung senja

Menembus tiap helai dedaunan

Gemericik air, menenangkan

Disana dengan riang dua gadis menikmati padi yg mulai menguning

Sembari mendendangkan lagu suka cita

Bersiul menirukan burung camar

Esok lusa belum tentu dapat terulang

Tergantikan deru mesin pengeruk kapur

Dua tiga hari mulai beroperasi

Merenggut nyawa kebahagiaan demi pundi keserakahan

Aduhai sungguh malang nasibmu

Tersungkur dalam jurang duka, terasing di tanah sendiri

Buka matamu, jgn kau lengah oleh bujuk rayu pengobral janji

Alih alih kesejahteraan

Hanya ada deru menyayat dada, tak ada padi menguning hari ini

Advertisements
Hidupkah kamu ? — 2 August 2017

Hidupkah kamu ?

Kita hidup duhai manusia

Sebagai manusia

Bukan binatang

Yang tanpa aturan di rimba

Menafikan hukum dan kenormalan

Demi mengatasnamakan kewajaran

Itu bukan manusia, wahai para manusia

Jangan seperti bunga-bunga di taman itu

Hanya selalu menari

Tapi tak ada daya kreasi

Selalu tertawa

Tanpa membuat yang lain tersenyum

Itu bukan manusia, wahai manusia

Jadilah manusia yng hidup

Karena kau bukan batu

Selalu bergeraklah dijalan dijalannya manusia

Bukan jalan binatang dan tumbuhan

Yang tersungkur — 26 July 2017

Yang tersungkur

Dan tersungkurlah kata dalam jurang penantian 

Tanpa penjelasan

Tanpa puisi enggan memungutnya

Dan terbelenggulah bait

Tanpa sempat terangkai dalam sajak

Aku membersamainya dalam selaras

Andai kau sudi menjumpa sebelum alunan syair bait terakhir 

Elegi kata berirama sendu

Review Film Money Ball — 31 May 2017

Review Film Money Ball

Review Film Meney Ball

Sosiologi Organisasi

Genre : Drama

Tanggal rilis : 23 September 2011

Pemain : Brad Pitt, Jonah Hill, Philip Seymour Hoffman

Produser : Michael De Luca, Rachael Horovitz, Scott Rudin

Distributor : Columbia Pictures

Film ini merupakan film yang diadaptasi dari buku dan kisah nyata, menceritakan tentang sebuah tim Oakland Athletic yang berupaya untuk mempersiapkan pertandingan di tahun 2002, namun mendapat kendala karena tiga orang pemain berpindah ke tim lawan hal ini menimbulkan masalah yang dihadapi oleh general manajer bernama Billy Beane. Kemudian dalam perjalanannya GM menemukan Peter Brand yang mampu melakukan analis perhitungan kemampuan pemain dengan lebih jeli dan akurat karena merupakan lulusan jurusan ekonomi dari salah satu kampus terbaik di Amerika yaitu Yale University.

Saat itu cara Beane menguji Brand adalah dengan memintanya untuk menganalisa kondisinya setelah lulus SMA, dengan berbagai kalkulasi akhirnya ditemukan bahawa seharusnya tidak memasukkan Brand dalam daftar pemain pilihan hingga putaran ke sembilan dan seharusnya Beane mengambil beasiswanya di Stanford, hal sesuai dengan fakta bahwa Beane gagal menjadi pemain unggulan di Major League. Setelah terpana dengan analisanya Beane lalu menjadikannya bagian dalam tim yang dapat menerapkan teori tersebut sekaligus untuk menghemat anggaran.

Dalam analisanya terhadap pemain Petter menggunakan On Base Percentage untuk mengetahui nilai dari pemain dan tidak lagi menggunakan cara lama yang mengandalkan instink dan pengalaman pemain. Liku perjalanan bertambah saat Billy dan Petter menuai kecaman dari petinggi tim karena merasa angka dan startistik tidak cocok jika diterapkan dalam baseball namun hal ini tidak membuat Billy berhenti dan tetap melanjutkan rencananya dan memecat Grady karena dinilai menghina metode yang mereka gunakan. Saat musim dimulai Oakland Athletic ternyata diperkuat oleh pemain buangan yang tidak dibutuhkan oleh tim lain karena terdapat karakteristik yang umumnya tidak disukai oleh pencari bakat namun menurut analisa Petter sangat berpotensi dalam memperkuat timnya. Hal ini membuat Petter Brand membentuk formasi baru dari pemain buangan tersebut dengan analisa OBS.

Oakland Athletic merupakan tim dengan anggaran terbatas namun dapat memperoleh pemain dengan kualitas yang lebih baik dari biasanya, Beane menyetujui semua usulan pemain dari Brand hal ini menuai kritik dari semua tim pencari bakat dan pelatih salah satunya Philip yang mengesampingkan cara Brand dan Beane dan tetap menjalankan metode lama dan Beane juga menjual pemain andalannya dan tetap memaksa menggunakan pemain baru.

Hal yang disayangkan adalah saat awal musim Oakland Athletic bermain buruk, seketika tim tersebut menuai kritik dari berbagai pihak. Namun Beane mengatasinya dengan kepala dingin dengan menghadap pemilik klub untuk tetap menggunakan strategi baru usungan dari Brand dengan alasan pemain hanya butuh waktu dan adapsi saja. Hal ini terbukti dengan dengan pencapaian rekor fenomenal yaitu kemenangan berturut-turut berkat usaha dan kerja keras dari tangan dingin Beane juga didukung data statistik dengan metodenya Brand membuat tim yang dari bawah menjadi papan atas dan mencetak rekor baru dalam American League.

Film ini juga mengisahkan tentang putri Beane yang mempunyai ketertarikan pada dunia Baseball yang juga sering mempengaruhi keputusan yang diambil Beane dalam menjalankan. Dalam satu pertandingan Beane tidak mau menonton televisi atau mendengarkan radio saat liputan pertandingannya di ajang final, saat sudah unggul 11-0 Brand muncul ke studion, namun mereka lengah dan membiarkan Royal’s menyamakan kedudukan namun pada akhirnya mereka yang menang dan kemudian menjadi rekor mahkota kemenangan atas Royal’s tersebut.

Namun keberhasilan ini ternyata harus berhenti dan menelan pil pait kekalahan di ronde pertama pasca musim dari Minnesota Twins. Beane selaku GM merasa sangat kecewa namun bangga karena berhasil membuktikan metode data statistik OBS dari Brand. Dari sini belajar apa penyebab kekalahan dari Oakland Athletic karena satu-satunya cara memenangkan pertandingan adalah memiliki dasar fundamental. Walaupun gagal namun Beane mendapat tawaran dari Red Sox yang jauh lebih besar dari Athletic, namun setelah putrinya menyanyikan lagu dengan lirik “ lat me know if you change your mind about staying in California, if not you were a really great dad” Brand menolak tawaran menjadi GM dengan gaji terbesar saat itu yang dibuat oleh John karena beranggapan sabermatic adalah masa depan dari baseball.

Brand memilih untuk bertahan mengabdi pada Athletic akan tetapi metodenya diadapsi oleh tim Red Sox. Dengan memanfaatkan sabermatric Red Sox berhasil menjuarai World Series untuk pertama kalinya sejak tahun 1918.

Protected: Entah — 27 May 2017
Runyam — 24 March 2017

Runyam


Aku remuk

Menggigil runyam dalam jejak

Aku lebur

Dalam pelukan nestapa

Menghirup asap sisa pembakaran semalam

Masih kudengar 

Renyah tawamu

Itu ilusi

Bodoh !

Lalu beranjak turun

Lereng gunung Welirang

Sunyi

Tidak dengan otakku

Masih panas keningku 

Kau berpaling 

Mengangguk iya saat dia bertutur cinta

Aku remuk tak berbentuk

Runyam

Biru — 19 March 2017

Biru

Di tepi pantai

Diapit perahu perahu nelayan yg tertambat 

Di atas pasir pantai yg lembut dan batu batu kecil

Anak anak berkulit legam terbakar teriknya matahari, enggan bersekolah dg uang sesal di dalam dompet 

Hasil jerih payah membabu pada nelayan

Ibu ibu menggendong anaknya yg ingusan

Nelayan yg bercengkrama membicarakan masalah laut aku tak paham mungkin hanya cangkir kopi yg dapat mengerti

Pelelangan ikan yg tidak terlampau ramai, bukan musim ikan katanya

Kotak besar, “Pembangunan Masjid” penuh ikan dari satu dua ekor hasil tangkapan

Birunya laut, langit, perahu ah komposisi yg tepat bukan ?

Pulau sempu hanya dua tiga kali dayung tapi urung aku kesana, bukankah ada sesuatu yg akan yg akan sangat spesial saat kita mengurungkan nya membuat nya tidak terjadi, meski dg mudah membuat nya terjadi .

Akan sangat menyenangkan menyimpan sepotong kejadian yg hanya sepintas terjadi dan membuat penasaran saat mengenangnya agar ada celah untuk membayangkan lagi kenangan itu . Memutuskan cukup, hanya mereka-reka seperti apa indahnya pulau Sempu dg segala keanggunan nya . 

Itu lebih menyenangkan bagiku, merasa cukup justru saat kesempatan terbuka lebar di depan mata . Hal itu juga di Pantai Clungup, pantai yg masih perawan masih indah seperti yg kubayangkan . Urung sampai kesana, tapi sudah puas saat bertemu gerombolan lain pantainya bagus .

Sesederhana itu kesempatan .

Biru —

Biru

Di tepi pantai

Diapit perahu perahu nelayan yg tertambat 

Di atas pasir pantai yg lembut dan batu batu kecil

Anak anak berkulit legam terbakar teriknya matahari, enggan bersekolah dg uang sesal di dalam dompet 

Hasil jerih payah membabu pada nelayan

Ibu ibu menggendong anaknya yg ingusan

Nelayan yg bercengkrama membicarakan masalah laut aku tak paham mungkin hanya cangkir kopi yg dapat mengerti

Pelelangan ikan yg tidak terlampau ramai, bukan musim ikan katanya

Kotak besar, “Pembangunan Masjid” penuh ikan dari satu dua ekor hasil tangkapan

Birunya laut, langit, perahu ah komposisi yg tepat bukan ?

Pulau sempu hanya dua tiga kali dayung tapi urung aku kesana, bukankah ada sesuatu yg akan yg akan sangat spesial saat kita mengurungkan nya membuat nya tidak terjadi, meski dg mudah membuat nya terjadi .

Akan sangat menyenangkan menyimpan sepotong kejadian yg hanya sepintas terjadi dan membuat penasaran saat mengenangnya agar ada celah untuk membayangkan lagi kenangan itu . Memutuskan cukup, hanya mereka-reka seperti apa indahnya pulau Sempu dg segala keanggunan nya . 

Itu lebih menyenangkan bagiku, merasa cukup justru saat kesempatan terbuka lebar di depan mata . Hal itu juga di Pantai Clungup, pantai yg masih perawan masih indah seperti yg kubayangkan . Urung sampai kesana, tapi sudah puas saat bertemu gerombolan lain pantainya bagus .

Sesederhana itu kesempatan .

Urai — 12 March 2017

Urai

Sepertinya dia tidak menikmati pertunjukkan malam ini . Sudahlah apa kau tak lelah mencumbui waktu, yang terang mencampakkan mu ? Telah anggun mematung terpasung oleh senja, yang kata orang menikam membius jenis pasang mata manapun . Sudahlah, uraikan asa yang tak masuk akal . Ketidakwarasan padamu menjerat tanpa ampun, sedikit kau tertatih terjerembab dalam sukma sulam sulam lara . Kau gagal, daya bayangan kian pekat tak bisa kau tepis barang sekeping . 

Pesta demokrasi — 5 December 2016

Pesta demokrasi

​Hamparan rumput dan beberapa batang pohon ini menjadi pembelajaran bagi saya . Bahwa setiap pemimpin membutuhkan pemikiran, tenaga, waktu, dedikasi hebat dari anggota dan orang orang di sekitarnya . Jangan pernah ragu untuk mengakui kesalahanmu, jangan pernah ragu mendengarkan kritik dan saran dari mereka dan jangan lupakan mereka yg telah mempercayakan tanggung jawab besar pada pundakmu . Karena sesungguhnya lahan ini akan sangat tandus jika tidak ada rumput hijau yang ‘mempercantik’ segenap konsep dari pemimpin . Jadilah layaknya rumput yg jujur, dan jadilah pohon yg menjadi pelindung juga pemberi kabar bahagia pada orang di sekitarmu . Selamat merayakan pesta demokrasi .