​Hari katanya negaraku genap 71 tahun merdeka, kata siapa ? Buktinya masih banyak tikus keranjingan hilir mudik menghiasi panggung sandiwara . Anak kelaparan di tanah surga lalu masih banyak anak jalanan yg mengadu nasib di panasnya ibu kota sementara sang sutradara negri sedang asyik berpesta pora . Buktinya pendidikan masih juga menjadi milik mereka yg berharta, omong kosong tentang beasiswa . Terlihat buruh berpeluh, pulang petang dengan gaji yang tak seberapa . Emas, minyak, air bahan tambang dijajakan murah oleh mereka yang bertahta . Pemuda harapan bangsa lupa wasiat ibu pertiwi karena sibuk dengan kuota . Ah agaknya Indonesia hanya tinggal nama, dari sabang merauke telah berpatok milik penjajah bangsa . Lalu sekali lagi aku bertanya, mana yang masih milik Indonesia ? Ah setidaknya aku berharap ulangtahunnya kali ini bukan hanya seremonial belaka, bukan hanya moment mengibarkan Sang Saka Merah Putih tapi jadi momentum langkah nyata kebangkitan seluruh elemen Tanah Air tercinta . Rinjani, 17 Agustus 2016 .

Advertisements