Lalu kepada siapa lagi aku hendak bercerita, mungkin cermin dia yang paling jujur . Walaupun tak berkata, tak memberi komentar namun dia pendengar yang baik . Tak pura pura tertawa saat mendengar cerita lucuku, atau pura pura sedih dengan derita nestapa yang aku lalui . Dia jujur, walaupun tidak seperti kau yang menawarkan aku bahu saat air mataku mulai menetes kala aku bercerita . Walaupun tidak tertawa sekeras kau saat kulontarkan lelucon bodohku . Ah cermin setidaknya lebih jujur, maaf bukan maksud aku hendak membandingkan kau dengan cermin kamarku tapi memang harus ku akui dia lebih sederhana dalam menanggapi ceritaku . Tidak berlebihan ataupun pasif . Sederhana saja saat aku mengulurkan tangan, dia menyambut nya dengan ceria seperti aku . Dan saat aku menangis, ingin seseorang memelukku dia dengan ringan tangan akan melakukannya . Aku nyaman dengan cermin kamarku .  

Advertisements