​Boleh aku terjun ke bawah ? Menerjang kalut, siapa tau aku akan bersua dengan mu . Seperti debur ombak yg datang menemui karang, walaupun dengan teramat sadis menghantamnya . Setidaknya itu bisa membuat mereka bertemu, atau jangan jangan ombak sebenarnya ingin datang menemui pasir pantai mengembalikan kelembutannya  yang merekam jejak jejak langkah pertemuan . Pertemuan yang menyisakan luka , namun dengan lembut ombak menyapu dan memperbaiki segala derita pasir . Walau setelahnya ombak dengan tega meninggalkannya dan datang kembali dengan tergesa gesa yang amat mengejutkan . Kemudian karang tersenyum kokoh, mengetahui bahwa ombak datang bukan hanya untuk dirinya . Hanya menjalankan tugas alam, bergerak dari satu pantai ke pantai lain yang mungkin jauh lebih indah . 

Sementara aku dengan takjim akan menunggumu, menggagalkan niatku terjun karena aku sadar belum saatnya . Aku akan dengan sabar menunggu dalam batas cakrawala senja , dimana ombak dengan tenang menjemput jingga membawa serta kerinduan . Sungguh akan menjadi pemandangan maha magis yang Tuhan suguhkan atas nama keanggunan menghargai proses – Rinjani, Juli 2016 .

Advertisements