Cermin Kamarku — 30 July 2016

Cermin Kamarku

Lalu kepada siapa lagi aku hendak bercerita, mungkin cermin dia yang paling jujur . Walaupun tak berkata, tak memberi komentar namun dia pendengar yang baik . Tak pura pura tertawa saat mendengar cerita lucuku, atau pura pura sedih dengan derita nestapa yang aku lalui . Dia jujur, walaupun tidak seperti kau yang menawarkan aku bahu saat air mataku mulai menetes kala aku bercerita . Walaupun tidak tertawa sekeras kau saat kulontarkan lelucon bodohku . Ah cermin setidaknya lebih jujur, maaf bukan maksud aku hendak membandingkan kau dengan cermin kamarku tapi memang harus ku akui dia lebih sederhana dalam menanggapi ceritaku . Tidak berlebihan ataupun pasif . Sederhana saja saat aku mengulurkan tangan, dia menyambut nya dengan ceria seperti aku . Dan saat aku menangis, ingin seseorang memelukku dia dengan ringan tangan akan melakukannya . Aku nyaman dengan cermin kamarku .  

Advertisements
Salahkan Aku  —

Salahkan Aku 

Jangan salahkan hijabku, jika aku masih berbuat khilaf dan dosa itu murni kesalahanku . Salahkan ku yg masih fakir ilmu, jangan salahkan hijrah ku  . Mungkin kau bisa menggandeng tangan si pendosa ini untuk bersama mengharap ridho dan ampunan Nya . 

Ombak dan Jingga  — 29 July 2016

Ombak dan Jingga 

​Boleh aku terjun ke bawah ? Menerjang kalut, siapa tau aku akan bersua dengan mu . Seperti debur ombak yg datang menemui karang, walaupun dengan teramat sadis menghantamnya . Setidaknya itu bisa membuat mereka bertemu, atau jangan jangan ombak sebenarnya ingin datang menemui pasir pantai mengembalikan kelembutannya  yang merekam jejak jejak langkah pertemuan . Pertemuan yang menyisakan luka , namun dengan lembut ombak menyapu dan memperbaiki segala derita pasir . Walau setelahnya ombak dengan tega meninggalkannya dan datang kembali dengan tergesa gesa yang amat mengejutkan . Kemudian karang tersenyum kokoh, mengetahui bahwa ombak datang bukan hanya untuk dirinya . Hanya menjalankan tugas alam, bergerak dari satu pantai ke pantai lain yang mungkin jauh lebih indah . 

Sementara aku dengan takjim akan menunggumu, menggagalkan niatku terjun karena aku sadar belum saatnya . Aku akan dengan sabar menunggu dalam batas cakrawala senja , dimana ombak dengan tenang menjemput jingga membawa serta kerinduan . Sungguh akan menjadi pemandangan maha magis yang Tuhan suguhkan atas nama keanggunan menghargai proses – Rinjani, Juli 2016 .